Kuliah Umum Fakultas Teknik Universitas Janabadra: AI for Sustainable Engineering

Yogyakarta, 13 Februari 2026 – Fakultas Teknik Universitas Janabadra menggelar kuliah umum bertajuk “AI for Sustainable Engineering” pada Jumat (13/02/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama, Eri Haryanto dan Ryan Ari Setyawan, yang membahas implementasi kecerdasan buatan dalam membangun sistem teknik berkelanjutan berbasis algoritma dan pengolahan data.

Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memahami bahwa AI telah berevolusi dari sekadar chatbot menjadi sistem otonom yang mampu menganalisis, merencanakan, dan bertindak secara mandiri dalam lingkungan teknik modern.

Dalam pemaparannya, Eri Haryanto menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan fase transisi menuju era AI Agent, di mana kecerdasan buatan tidak lagi hanya menjawab pertanyaan, tetapi menjalankan tugas, mengintegrasikan sistem, dan mengambil keputusan berbasis data. Konsep yang dibahas mencakup perbedaan fundamental antara Chat AI dan AI Agent, model Sense–Plan–Act (SPA), integrasi API lintas sistem, serta penerapan AI Agent untuk monitoring energi dan infrastruktur teknik.

Sementara itu, Ryan Ari Setyawan memberikan penekanan kuat pada aspek algoritma dan pemrosesan data sebagai fondasi utama sustainable engineering. Menurutnya, keberlanjutan dalam rekayasa teknik tidak akan tercapai tanpa sistem analitik yang mampu mengolah berbagai jenis data secara cerdas dan adaptif.

AI dalam konteks teknik modern bekerja dengan memproses data multimodal, meliputi data sensor IoT seperti suhu, getaran, dan konsumsi energi; data teks berupa laporan teknis dan log sistem; data suara untuk deteksi anomali mesin; serta data citra atau gambar melalui computer vision untuk inspeksi infrastruktur. Dengan pendekatan machine learning dan model reasoning, sistem mampu melakukan klasifikasi, prediksi, deteksi anomali, serta menghasilkan rekomendasi teknis secara otomatis.

Topik “AI for Sustainable Engineering” juga menyoroti implementasi nyata seperti monitoring konsumsi energi gedung secara real-time, predictive dan preventive maintenance, optimalisasi penggunaan sumber daya, serta pengurangan human error melalui sistem otomatis. Pendekatan ini menjadikan AI sebagai decision system yang aktif, bukan sekadar dashboard pasif.

Kuliah umum ini memberikan pesan strategis bahwa lulusan teknik ke depan harus menguasai system thinking, perancangan algoritma, integrasi data multimodal, orkestrasi API, workflow automation, serta tata kelola AI. Mahasiswa tidak lagi cukup memahami pemrograman secara teknis, tetapi harus mampu merancang arsitektur sistem cerdas yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa sustainable engineering di era 2026 bertumpu pada integrasi algoritma cerdas, AI Agent otonom, dan pengambilan keputusan berbasis data. Transformasi menuju sistem teknik yang efisien, resilien, dan ramah lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis dalam menghadapi dinamika industri dan teknologi masa depan

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help?