YOGYAKARTA – Universitas Janabadra (UJB) terus berkomitmen memperkuat integrasi teknologi dalam dunia pendidikan. Salah satu langkah nyatanya adalah penyelenggaraan Workshop bertajuk “Desain Pembelajaran Menarik dan Interaktif Berbasis Artificial Intelligence (AI)” yang digelar di Ruang Eksekutif, Kampus Pusat UJB, Jalan Tentara Rakyat Mataram Yogyakarta, pada 11 Juni 2025. Acara ini diikuti oleh para dosen dari seluruh program studi di lingkungan kampus.
Workshop menghadirkan Sella Mawarni, MPd — Dosen dari Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Makassar dan penerima penghargaan SPADA Award tahun 2024 untuk desain pembelajaran daring terbaik. Kegiatan ini dimoderatori oleh Eri Haryanto, SKom, MKom, dosen dari Program Studi Informatika UJB.
Wakil Rektor I UJB, Erna Sri Wibawanti, SH, MHum, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dosen dalam menciptakan pembelajaran digital yang menarik dan partisipatif dengan memanfaatkan kecerdasan buatan. “Mahasiswa zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi digital. Maka dosen perlu merespons kebutuhan itu dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami,” jelasnya, Jumat (13/6/2025).
Erna juga menambahkan bahwa UJB telah memiliki sistem pembelajaran daring yang dikenal dengan nama JanaLearning, yang digunakan untuk mendukung aktivitas belajar mengajar secara daring maupun hybrid. “Kami harap setelah workshop ini, pemanfaatan platform JanaLearning semakin optimal dalam mendukung transformasi digital kampus,” imbuhnya.
Dalam materinya, Sella Mawarni mengungkapkan bahwa mahasiswa generasi saat ini lahir di era digital, sehingga pendekatan pembelajaran harus disesuaikan dengan karakter mereka yang terbiasa dengan teknologi. Ia membagi konten digital ke dalam dua kategori utama: konten materi seperti e-book, video, dan artikel, serta konten aktivitas seperti forum diskusi, kuis, proyek kolaboratif, dan tugas interaktif.
Namun demikian, menurutnya, kehadiran konten digital saja tidak cukup. “Diperlukan strategi yang sistematis mulai dari analisis kebutuhan hingga evaluasi agar proses pembelajaran digital menjadi efektif dan tepat sasaran,” ujar Sella.
Ia juga menekankan pentingnya membuat konten yang ringkas, visual menarik seperti infografis atau animasi, serta interaktif melalui kuis dan unsur gamifikasi. “Konten yang melibatkan mahasiswa secara aktif akan lebih mudah membangun pemahaman dan meningkatkan keterlibatan dalam proses belajar,” pungkasnya.
